Sepeda Low Rider ?? Seperti nya SAMARINDA ndak ketinggalan jaman deh setiap ada sesuatu baru yang lagi tren .. :) seperti kemarin tren nya sepeda pixy,,, nah Sekarang ada lagi yang nama nya Sepeda Low Rider. Itu tuh yang agak mirip dengan motor-motor HARLEY DAVIDSON.

Di Samarinda Ada banyak komunitas sepeda. Ada yang memilih Mountain Trail Bike (MTB), BMX atau sepeda ontel. Tapi kalau sepeda low rider? Sebagian dari Kamu mungkin ada yang belum pernah mendengar atau melihat sepeda jenis yang satu ini. ya kan,,, hehehehe ;)
Sepada dengan bentuk unik ini kalau kamu mau liat dapat dijumpai di halaman parkir GOR Segiri pada sore hari. Biasanya sih anak muda berkumpul mengelilingi halaman parkir dengan sepeda yang bentuknya mirip motor Harley Davidson ini.
Menurut Gentur Wibisono, salah seorang yang gemar dengan sepeda low rider ini, yang banyak memiliki ruji , berasal dari Amerika Serikat. Sepeda low rider pertama kali di perkenalkan pada tahun 1960an. Sepeda ini pertama kali di perkenalkan The “custom” King, George Barris, sebelum menemukan sepeda low rider, George Barris pekerjaannya menceperkan mobil. Beberapa varian sepeda low rider diantaranya classic, chopper, beach bike dan extreme.
“Kalau di Samarinda sejak setahun lalu sudah mulai masuk,” ujar Gentur mengisahkan asal mula sepeda unik tersebut masuk ke Kota Tepian.
Ternyata kalau mau membeli sepeda Low Rider ini, harga nya yang paling murah 1,8jt. bukan cuma itu, harganya juga tergantung merek dari sepeda nya lohh... kalau punya Om Gentur sendiri sih harga nya 3,2jt. Ternyata gak murah yah :( Om bilang ada juga yang harga nya sampai puluhan juta, itu pun beli nya di jawa.
Sejarah tentang Sepeda Low Rider
Sepeda Low Rider pertama kali di perkenalkan pada tahun 1960an, sepeda ini pertama kali di perkenalkan oleh The “custom” king George Barris, sebelum menemukan sepeda low rider si Tuan King ini pekerjaanya adalah menceperkan mobil, Memang saat itu virus Mobil Low Rider sedang mewabah di kalangan anak muda Amerika, Tetapi trend itu hanya bisa dirasakan oleh anak-anak muda dari keluarga kaya saja karena untuk membuat sebuah mobil low rider membutuhkan uang yang tidak sedikit, sementara anak-anak dari kalangan bawah hanya bisa melongo.
Melihat situasi ini, Barris lantas memiliki ide untuk membuat sebuah sepeda yang mengacu pada konsep mobil ceper dan mulai memperkenalkan pada publik. Setelah dibuat dalam jumlah terbatas, ternyata sepeda rancangan Barris digandrungi anak-anak muda, hingga sejumlah pabrik sepeda di sana memproduksi sepeda low rider, misalnya Schwinn, Western Flyer, Giant dan Phoenix. Kalangan penggemar low rider terbagi beberapa aliran, antara lain classic alias orisinil, vegas alias oriental, low rider bicycle, chopper atau stretch dan beach cruiser.
Sepeda ini sempat tidak diproduksi dalam waktu yang lama, karena peminatnya makin menurun. Namun, belakangan ini demam sepeda ceper muncul kembali hingga pabrik-pabrik sepeda pun kembali memproduksi low rider. (google.com)Makin Ceper Lebih Disukai
Dikatakan sepeda dewasa, tapi bentuknya ceper dan sangat pendek. Mereka menyebutnya sepeda low rider. Sepeda model inilah yang belakangan ini sedang naik daun, menggeser dominasi sepeda gunung (mountain bike) dan sepeda onthel.
Begitu jumlah pemilik sepeda low rider yang berkumpul dianggap banyak, seorang pria berkaos putih model lengan panjang. Achmad Zulkarnain (Mad Lori), lantas mengajak semua pemilik low rider untuk konvoi keliling kota samarinda. (apa nggak capek ya ? )
Penampilan sepeda yang lucu, pendek namun memanjang, membuat sebagian besar pengendara sepeda motor dan mobil menoleh, berkomentar dan beberapa melempar senyum.
Itulah fenomena baru di Kota Samarinda. Sejak beberapa bulan lalu, sejumlah orang yang bosan dengan bentuk sepeda normal, mengadakan pertemuan rutin seminggu sekali. Mereka membentuk komunitas baru, perkumpulan pemilik sepeda berbentuk aneh dan tak normal.
“Saat melihat bentuknya yang aneh bin lucu, saya langsung jatuh hati. Beda banget sama sepeda kebanyakan, ini memang sepeda tidak normal bentuknya, “ ujar Angga, mahasiswa Akper Poltekkes Samarinda.
Karena saat itu dompet Angga sedang tipis, ia pun merakit sendiri sepedanya. Pertama, ia pesan dulu komponen sepeda low rider di Bandung, mulai dari stang, bangku, pelek, hingga garpu depan. Setelah barang sampai di Samarinda, ia membawanya ke tukang las untuk disambung sesuai dengan desain yang ia gambar.
Menurut Amad, Koordinator Samarinda Low Riders, saat ini jumlah anggota yang aktif berkumpul sekitar 20 orang, sebagian besar karyawan tapi ada juga yang mahasiswa dan pelajar.
“Malah ada yang satu keluarga masing-masing punya sepeda low riders, mulai bapak, ibu, sampai anak-anaknya, semua pegang low riders. Saya sendiri total punya 3 unit sepeda, 2 unit sepeda low rider cruiser, pesan di Ace Hardware Balikpapan dan 1 unit lagi sepeda Onthel antik merek Gazelle warisan ayah saya ,” kata Amad.
Samarinda Low Riders bukan yang pertama mencetuskan tren sepeda ceper yang ditemukan pertama kali di Amerika. Sebelumnya sudah pernah muncul pada tahun 2007, yang dimulai dari distro Scisors di Jalan Ahmad Yani. Hanya saja, jumlahnya masih sangat sedikit dan belum terorganisir. Namun, sejak beberapa bulan lalu, Amad minta oleh teman-temannya menjadi koordinator komunitas.
lima Hobi paling diminati di scene lokal Samarinda, adalah sebagai berikut :

Samarinda Low Riders bukan yang pertama mencetuskan tren sepeda ceper yang ditemukan pertama kali di Amerika. Sebelumnya sudah pernah muncul pada tahun 2007, yang dimulai dari distro Scisors di Jalan Ahmad Yani. Hanya saja, jumlahnya masih sangat sedikit dan belum terorganisir. Namun, sejak beberapa bulan lalu, Amad minta oleh teman-temannya menjadi koordinator komunitas.
lima Hobi paling diminati di scene lokal Samarinda, adalah sebagai berikut :
Skateboarding, Design Grafis, Airsoft Gun, Photography dan Low Rider. Yang kita mau bahas pada tulisan di blog ini adalah Low Rider.

LOW RIDER
Tahun 2007 adalah titik awal terbentuknya komunitas Low Rider di Samarinda. Pada saat itu hanya beberapa orang saja yang meminati hobi yang satu ini. Sekarang , sudah kurang lebih 70 orang yang terdaftar di dalam Samarinda Low Rider Community ini. Tidak cukup hanya bersepeda saja, low rider adalah seni. Dengan bentuk sepeda yang di luar kebiasaan, biasanya seorang low rider mempunyai konsep atau ciri khas tersendiri dengan bentuk sepeda yang ditungganginya. Berminat untuk tahu lebih banyak tentang low rider, silahkan sambangi gor segiri setiap hari minggu sore dimana mereka biasa gathering. Mari bersepeda menikmati kota Samarinda…….!
Oke, Perkosakata Five List dibuat tanpa bermaksud untuk mengunggulkan seseorang atau kelompok apapun terhadap lainnya. ini hanya sebuah bentuk penghargaan terhadap kerja keras teman-teman yang masuk di daftar 5 ini setiap tahunnya dengan harapan mampu memicu semangat rekan-rekan lainnya untuk terus berkarya. Tentu adalah hak Perkosakata untuk menentukan dan mempublikasikan siapa-siapa yang masuk dalam daftar tersebut dengan berdasar kepada pilihan pembaca melalui polling yang secara langsung diberikan kepada pembaca sekalian. Jadi tentu saja, hasil apapun yang bisa dilihat disini adalah murni pilihan pembaca, tanpa ada muatan-muatan negatif yang bisa dipikirkan oleh seseorang.






